Bali bukan hanya tentang keindahan pantai. Pulau Dewata ini menawarkan beragam pengalaman wisata unik, salah satunya adalah destinasi yang mengusung konsep sustainable tourism. Konsep ini memungkinkan pengunjung menikmati keindahan alam sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran ekologis. Salah satu destinasi unggulan di Bali dengan konsep tersebut adalah Sangeh Monkey Forest.
Bagi Anda yang berencana mengunjungi Sangeh Monkey Forest, mari simak informasi lengkapnya untuk menambah wawasan liburan Anda di Pulau Dewata.
Sejarah Singkat Sangeh Monkey Forest
Kawasan Sangeh Monkey Forest memiliki sejarah panjang yang terkait dengan kejayaan Kerajaan Mengwi. Di area ini, terdapat sebuah pura bernama Pura Bukit Sari yang didirikan oleh Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakti, putra angkat Raja Mengwi. Pura ini dibangun berdasarkan wahyu yang diterima saat beliau bertapa, dan hingga kini masih menjadi tempat ibadah masyarakat setempat.
Nama Sangeh sendiri berasal dari dua kata, ‘sang’ (orang) dan ‘ngeh’ (melihat). Konon, terdapat pohon dari Gunung Agung yang tumbuh di kawasan ini dan bergerak sendiri sebelum akhirnya menetap. Peristiwa inilah yang kemudian melahirkan nama Sangeh.
Kini, Sangeh Monkey Forest adalah hutan lindung yang ditumbuhi ribuan pohon pala dan menjadi habitat bagi ratusan monyet.
Keunikan dan Daya Tarik
Sangeh Monkey Forest dikenal luas karena populasi monyetnya yang jinak. Kawasan ini ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 87/Kps-II/1993 pada 16 Februari 1993, dengan luas sekitar 13.969 hektare.
Selain monyet, hutan ini juga kaya akan flora dan fauna lainnya. Terdapat pohon pala yang bijinya tidak dapat dimakan, serta tanaman seperti pule, amplas, cempaka kuning, dan kepohpoh. Monyet yang mendominasi adalah jenis abu-abu, dan fauna lain yang menghuni kawasan ini meliputi alap-alap, elang, burung hantu, terocok, musang, dan kucing hutan.
Aktivitas yang Dapat Dilakukan
Berinteraksi dengan Monyet
Pengunjung dapat berinteraksi dengan monyet dengan memberi makan dan berfoto. Namun, sangat disarankan untuk didampingi pemandu dan tetap berhati-hati. Jaga barang bawaan Anda karena monyet, meskipun jinak, bisa saja usil.
Mengunjungi Pura
Di dalam kawasan hutan terdapat dua pura: Pura Melanting (kecil) dan Pura Bukit Sari (besar). Kedua pura ini merupakan tempat sakral bagi masyarakat setempat, sehingga pengunjung wajib menaati peraturan yang berlaku.
Berburu Foto
Dengan banyaknya spot foto yang menarik dan instagramable, Sangeh Monkey Forest menawarkan kesempatan tak terbatas untuk mengabadikan momen, baik bersama monyet maupun di berbagai sudut hutan yang indah.
Harga Tiket Masuk, Jam Buka, dan Rute
Untuk wisatawan domestik (warga Bali), tiket masuk Sangeh Monkey Forest adalah Rp15.000 per orang dewasa, dengan biaya parkir Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil. Wisatawan domestik luar Bali dikenakan tarif Rp300.000, sementara wisatawan asing membayar Rp500.000 per orang. Perlu dicatat bahwa harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu.
Sangeh Monkey Forest buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA.
Jika ditempuh dari Denpasar, rute menuju Sangeh memakan waktu sekitar satu jam dengan jarak tempuh 24,6 kilometer. Perjalanan akan melalui beberapa jalan utama di Denpasar dan menuju arah Sangeh.
Dengan segala keunikan dan pesonanya, Sangeh Monkey Forest menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bagi Anda yang mencari pengalaman wisata berbeda di Bali.