Putri Gus Dur Kritik Surat Edaran Mahkamah Agung, yang Tak Sahkan Nikah Beda Agama

    Putri Gus Dur Kritik Surat Edaran Mahkamah Agung, yang Tak Sahkan Nikah Beda Agama
    Alissa Wahid saat mendatangi Kantor Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019).

    JAKARTA - Putri Presiden ke-4 Gus Dur sekaligus Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Alissa Wahid, mengkritik penerbitan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) yang tidak akan mengesahkan pernikahan beda agama dan keyakinan.

    Tentu bagi Alissa yang selalu mengedepankan pandangan negarawan, kebijakan seperti itu terkesan memaksakan pandangan dari sebuah agama kepada pemeluk agama lainnya.

    Ia menjelaskan dalam kutipan diberbagai media, jika larangan menikah beda agama dijadikan kebijakan negara, maka akan membingungkan agama-agama yang membolehkan pernikahan beda agama.

    " Sebenarnya harus diperhatikan, kalau di dalam agama Islam, bisa saja (aturan) itu dilakukan. Tapi kalau menjadi kebijakan negara itu, padahal agama Kristen dan agama Katolik membolehkan lho nikah beda agama, " ujar Alissa saat ditemui di Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (26/7/2023).

    Ia menjelaskan lebih baik persoalan nikah beda agama diselesaikan di agama masing-masing saja.

    " Silahkan saja bila masyarakat muslim meyakini keyakinan pernikahan beda agama tidak diperbolehkan "

    Kondisi bila itu diberlakukan, dirinya menganggap tidak fair (adil), karena harus disesuaikan dengan UUD dan sesuai dengan agama dan keyakinannya pribadi.

    Dikabarkan sebelumnya, MA mengeluarkan Surat Edaran MA (SEMA) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Petunjuk bagi Hakim dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Antar-Umat Beragama yang Berbeda Agama dan Kepercayaan.

    Dalam surat edaran tersebut, bahwa perkawinan yang sah adalah yang dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaan itu.

    Hal ini sesuai Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 8 huruf f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

    “Pengadilan tidak mengabulkan permohonan pencatatan perkawinan antarumat beragama yang berbeda agama dan kepercayaan, ” tulis poin dua SEMA tersebut. (Tim/Ray)

    jakarta putusan tokoh kharismatik agama
    Ray

    Ray

    Artikel Sebelumnya

    Balipedia.org: All About Bali

    Artikel Berikutnya

    Hendri Kampai: Macan Versus Banteng di Antara...

    Berita terkait

    Rekomendasi berita

    Peduli Bencana Galodo Sumatera Barat, Hakim Agung Mahkama Agung RI Terjun Langsung  Lokasi Terdampak
    Danramil Klungkung Ajak Semua Pihak Tuntaskan Stunting
    Lettu Inf Ketut Joni Serahkan Bantuan Pendidikan
    Tergugat Katakan Tidak Beroperasi, Ada Dugaan Melepaskan Aset Pada Sidang Perkara Dugaan Penipuan Calon Tenaga Migran
    Babinsa Gelgel Bantu Siapkan Perlengkapan Ngaben

    Follow Us

    Random

    Tags

    Voting Poll